Selasa, 04 Oktober 2011

The Man Behind GE

Hi teman-teman,

Siapa sih yang gak kenal ama merk GE?

GE adalah salah satu merk terkenal di dunia yang bergerak dibidang elektronik dan elektrik. Produk-produk yang dihasilkannya juga bagus sehingga banyak dipakai di rumah, mall, hotel-hotel, dan banyak bangunan lain termasuk pabrik-pabrik hampir diseluruh dunia.

Namun bukan itu yang akan kita bahas, melainkan siapa yang membuat GE bisa berkembang dengan luar biasa?

"The man behind GE" adalah Jack Welch. Beliau merupakan pemimpin dan ketua eksekutif General Electric pada tahun 1981-2001. Reputasinya diraih berkat kecerdasan bisnis yang tinggi dan strategi kepemimpinannya di GE. Ia tetap menjadi tokoh yang disegani di kalangan bisnis mengingat strategi manajemennya yang inovatif dan gaya kepemimpinannya.

Selama era 80an, Welch bekerja merampingkan GE dan membuatnya menjadi perusahaan yang lebih kompetitif. Ia juga mendorong para manajer dari bisnis yang dikelola untuk menjadi lebih produktif dengan menghilangkan ketidakefisienan dan memangkas persediaan, serta menanggalkan berbagai birokrasi yang hampir membuatnya meninggalkan GE di masa lalu. Ia juga sempat di juluki “Neutron Jack” (seperti bom neutron) karena menghilangkan karyawan dan meninggalkan gedungnya kosong. Dalam bukunya "Jack:Straight From The Gut" (Jack: Pendirian dan Keberanian), Welch mengatakan bahwa GE sebelumnya memiliki 411 ribu karyawan di akhir 1980, dan menjadi 299 ribu di akhir 1985. Sebanyak 112 ribu karyawan yang dilepas, 37 ribu diantaranya adalah karena bisnis yang dijual, dan 81 ribu dikurangi selama berjalannya usaha. Sebaliknya, GE telah meningkatkan nilai pasarnya secara pesat. Ia banyak menutup
pabrik, mengurangi biaya gaji dan memotong unit bisnis yang lamban berjalan. Filosofi bisnisnya adalah bahwa setiap bisnis GE harus berada di posisi satu atau dua di tiap industrinya, atau akan ditinggalkan. Walaupun pada awalnya ia banyak ditentang karena kebijakannya, namun pada akhirnya ia mendapatkan rasa hormat. Strategi Welch ini akhirnya diadopsi oleh banyak Pimpinan Eksekutif lainnya. Setiap tahun, Welch akan memberhentikan 10% manajer terbawah. Ia terkenal akan keterusterangannya di rapat-rapat eksekutif. Ia benar-benar mendorong para manajernya untuk maju, tetapi ia juga memberikan imbalan bonus dan kepemilikan saham pada 20% manajer teratasnya.
Program kepemilikan saham di GE juga dikembangkan dari hanya kepada eksekutif puncak hingga hampir dua pertiga karyawan. Welch juga dikenal karena menghancurkan 9 lapis manajemen dan menanamkan informalitas dalam perusahaan.

Di tahun 1986, GE mengakuisisi NBC, yang berlokasi di Rockefeller Center; Welch kemudian menempati kantor di gedung GE di Rockefeller Plaza. Selama 1990an, Welch membantu memodernisasi GE dengan berpindah dari manufaktur menjadi jasa keuangan lewat banyak akuisisi. Welch mengadopsi program kualitas Six Sigma dari Motorola di akhir 1995. Ia membawa perusahaan mencapai pendapatan yang besar. Di tahun 1980 sebelum Welch menjadi CEO, GE mencatat pendapatan sekitar 26, 8 miliar dollar AS, di tahun 2000, satu tahun sebelum ia mundur, pendapatan perusahaan meningkat menjadi 130 miliar dollar. Ketika Jack Welch meninggalkan GE, nilai pasar GE telah melesat dari 14 miliar dollar menjadi lebih dari 410 miliar dollar di akhir 2004, membuatnya menjadi perusahaan paling berharga dan paling besar di dunia.
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar